Selasa, 09 Juli 2013

Penggabungan Usaha dengan Metode Pembelian (Purchase Method)

METODE PEMBELIAN
 
Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi yang salah satu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung

Berdasarkan metode ini perusahaan yang memperoleh atau membeli mencatat aktiva yang diterima dan kewajiban yang ditanggung sebesar nilai wajarnya

Biaya untuk memperoleh perusahaan ( biaya perolehan ) ditetapkan dengan cara yang sama seperti pada transaksi lain

Biaya ini dialokasikan pada aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasikan sesuai dengan nilai wajarnya pada tanggal penggabungan


PROSEDUR AKUNTANSI PENGGABUNGAN USAHA METODE PURCHASE

Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang digabung sebesar nilai wajarnya

Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya perolehan)

Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabungan

Bila harga pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih dapat ditentukan)

Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam rekening goodwill pada kelompok aktiva


Jumat, 05 Juli 2013

Aspek Manajemen dan Organisasi

Pengertian Aspek Manajemen

Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang cukup penting dianalisis untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha telah dinyatakan layak untuk dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen dan organisasi yang baik, bukan tidak mungkin akan mengalami kegagalan.

Baik menyangkut masalah SDM maupun menyangkut rencana perusahaan secara keseluruhan haruslah disusun sesuai dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai apabila memenuhi kaidah - kaidah atau tahapan dalam proses manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar dari masing - masing fungsi yang ada dalam manajemen.

Masing - masing fungsi tidak dapat berjalan sendiri - sendiri akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sangat erat. Apabila salah satu fungsi tidak dapat dijalankan secara baik, maka jangan diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai. Untuk keperluan studi kelayakan bisnis yang perlu dianalisis adalah bagaimana fungsi - fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan diterapkan secara benar.

Adapun fungsi - fungsi yang terdapat dalam manajemen adalah sebagai berikut  :

Planning
Proses menentukan arah yang akan ditempuh dan kegiatan - kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Organizing
Proses pengelompokan kegiatan - kegiatan atau pekerjaan - pekerjaan dalam unit - unit. Tujuannya adalah supaya tertata dengan jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab.

Actuating
Proses untuk menjalankan kegiatan / pekerjaan dalam organisasi.

Controlling
Proses untuk mengukur dan menilai pelaksanaan tugas apakah telah sesuai dengan rencana.

Jumat, 21 Juni 2013

Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang

Deskripsi Hutang Jangka Panjang

Hutang Jangka Panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transaksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari  satu tahun ditinjau dari tanggal neraca.
Contoh  :  Hutang Bank, Hutang Obligasi, Hutang Wesel, dll
 

PABU dalam Penyajian Hutang Jangka Panjang di NERACA

Hutang jangka panjang harus dijelaskan dengan cukup dalam neraca. Setiap jenis hutang jangka panjang harus disajikan secara terpisah di dalam neraca dan diberi catatan kaki yang cukup jika hal ini diperlukan. Penjelasan yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang meliputi  :  nama hutang, jumlah hutang yang disetujui, jumlah hutang yang telah ditarik, tanggal jatuh tempo, tarif bunga, pembatasan dalam pembagian dividen, keharusan mempertahankan jumlah modal kerja tertentu, dan penjelasan jumlah & jenis aktiva yang dijaminkan.

Umumnya hutang jangka panjang dipisahkan menjadi dua kelompok : hutang jangka panjang yang ditarik dengan perjanjian tertulis dan hutang jangka panjang yang tidak disertai dengan perjanjian tertulis. Contoh hutang kelompok pertama adalah hutang bank dan hutang obligasi, sedangkan contoh hutang kelompok kedua adalah pengkreditan yan ditangguhkan (deferred credits), jaminan dari pelanggan (customer's deposit), hutang garansi produk.

Hutang obligasi dapat disajikan dalam neraca pada nilai nominalnya, dan dicantumkan pada tanggal jatuh tempo serta tarif bunganya. Alternatif lain adalah hutang obligasi disajikan pada nilai nominalnya ditambah dengan premi obligasi yang belum diamortisasi atau dikurangi dengan diskonto obligasi yang belum diamortisasi.

Obligasi yang dilunasi, yang dibeli sebagai treasury bond, dan yang  belum dikeluarkan lagi, harus disajikan dalam neraca sebagai pengurang jumlah obligasi yang diizinkan untuk dikeluarkan (authorized bond) sebesar nilai nominalnya. Treasury bond tidak boleh disajikan sebagai aktiva.


Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Hutang Jangka Panjang

Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan hutang jangka panjang.

Membuktikan bahwa saldo hutang jangka panjang mencerminkan kepentingan kreditur yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan hutang jangka panjang selama tahun yang diaudit.

Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo hutang jangka panjang yang disajikan di neraca.

Membuktikan bahwa hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca merupakan klaim kreditur terhadap aktivitas entitas.

Membuktikan kewajaran penilaian hutang jangka panjang yang dicantumkan di neraca.

Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan hutang jangka panjang di neraca.